change language
anda berada di: home - news newsletterlink

Support the Community

  
29 November 2017

Misi baru Sant’Egidio akan berangkat ke camp-camp Rohingya di Bangladesh

Sementara Paus Fransiskus sedang melakukan kunjungan ke Myanmar dan kemudian ke Bangladesh, Komunitas memulai program-program baru untuk membantu para pengungsi.

 
versi cetak

Sementara Paus Fransiskus sedang berkunjung ke Myanmar, kemudian dilanjutkan ke Bangladesh, misi kedua Komunitas Sant’Egidio di camp-camp pengungsi Rohingya.

Setelah kurang dari dua minggu dari keberangkatan misi pertama, akan ada misi kedua Sant’Egidio untuk membantu orang-orang Rohingya di Bangladesh, di camp-camp pengungsi di Selatan Cox’s Bazar, di perbatasan dengan Myanmar. Kedatangan para pengungsi tidak dapat ditahan, dimana camp-camp sudah sangat padat dan penuh dan hujan berkepanjangan yang membuat hidup semakin sulit bagi yang lemah.

Misi kedua ini, yang akan langsung bertemu dengan penduduk di 5 camp dari 15 camp yang paling padat (Shamlapur, Unchiprang, Jamtoli, Kutupalong dan Leda), ditujukan untuk melanjutkan bantuan pada misi pertama, dan di waktu yang sama, untuk memulai sebuah proyek dalam tiga arah:


1. Bantuan kesehatan di dua rumah sakit di camp Shamlapur dan Unchiprang, yang dibuka oleh MAOS, yang mencatat bahawa setiap hari rata-rata ada 700 orang pasien setiap hari. Batuan ini mencakup persediaan obata-obatan, juga penempatan dan pengiriman tenaga dokter.

2. Perlindungan dan pendidikan anak, bekerja sama dengan Asosiasi Pemuda Bangladesh “We The Dreamers” dan Muhammadyah dari Indonesia, di camp Jamtoli. Bantuan ini mencakup pendirian bangunan ringan untuk anak-anak yang melewati masa krisis.

3. Kerja sama dengan Caritas dan Gereja di Bangladesh, mulai dari bantuan di camp Leda dan proyek kelanjutan untuk bantuan di camp besar sepeti Kutupalong (hampir 500.000 jiwa).

Donasi Online



 JUGA MEMBACA
• ADA HUKUMAN MATI
10 Oktober 2017

On 15th World Day Against the Death Penalty let us visit the poorest convicts in Africa

7 Oktober 2015
AMERIKA SERIKAT

The World Coalition Against the Death Penalty - XIII world day against the death penalty

5 Oktober 2015
EFE

Fallece un preso japonés tras pasar 43 años en el corredor de la muerte

24 September 2015

Pope Francis calls on Congress to end the death penalty. "Every life is sacred", he said

12 Maret 2015
Associated Press

Death penalty: a look at how some US states handle execution drug shortage

12 Maret 2015
AFP

Arabie: trois hommes dont un Saoudien exécutés pour trafic de drogue

9 Maret 2015
AFP

Peine de mort en Indonésie: la justice va étudier un appel des deux trafiquants australiens

9 Maret 2015
AFP

Le Pakistan repousse de facto l'exécution du meurtrier d'un critique de la loi sur le blasphème

9 Maret 2015
Reuters

Australia to restate opposition to death penalty as executions loom in Indonesia

28 Februari 2015
AMERIKA SERIKAT

13 Ways Of Looking At The Death Penalty

15 Februari 2015

Archbishop Chaput applauds Penn. governor for halt to death penalty

11 Desember 2014
MADAGASKAR

C’est désormais officiel: Madagascar vient d’abolir la peine de mort!

pergi ke tidak ada hukuman mati
• DOKUMEN

Libya: The humanitarian agreement for the region of Fezzan, signed at Sant'Egidio on June 16th 2016 (Arabic text)

semua dokumen

FOTO

288 kunjungan

590 kunjungan

280 kunjungan

622 kunjungan

280 kunjungan
semua media terkait